UD.Rahmat Senen: BERITA
Headlines News :
Diberdayakan oleh Blogger.

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label BERITA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERITA. Tampilkan semua postingan

Berkat 5 Perusahaan, Harga Daging Turun Rp5 Ribu/Kg [video]

Written By Unknown on Sabtu, 07 September 2013 | 00.40


H.RAHMAT BEEF CALL : 021-42875916 (harga bisa berubah sewaktu-waktu)


JAKARTA - Pemerintah telah membuat komitmen dengan pelaku usaha untuk menurunkan harga daging sapi. Dirjen Perdagangan dalam Negeri Srie Agustina mengatakan seluruh komite atau pengusaha sudah berkomitmen untuk menurunkan harga feetloter dengan harga Rp33 ribu per kg.

"Meski semua komite telah berkomitmen namun hingga per 23 Juli baru ada lima perusahaan yang sudah merealisasikannya," katanya dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (23/7/13).

Perusahaan-perusahan tersebut antara lain, PT Sajiwa Niaga Indonesia, PT Citra Agroniaga, PT Pasir Tengah, PT Portuna Mega Perkasa dan PT Tajung Unggul Mandiri.

Dengan penurunan harga feetloter yang dilakukan kelima perusahaan tersebut, Sri mengatakan harga daging berhasil turun antara Rp2 ribu-Rp5 ribu per kg.

Dia melanjutkan, harga daging sapi telah turun di pasar menjadi di bawah Rp90 ribu. Dari hasil peninjauan yang dilakukan pihaknya sejak tanggal 11 Juni 2013 di sejumlah pasar di Jakarta harga daging sudah mengalami penurunan.

Seperti di Pasar Senen, harga daging turun menjadi Rp90 ribu, Pasar Grogol turun dari Rp100 ribu menjadi Rp95 ribu, Cipete turun menjadi Rp82.500, Pasar Ciputat turun dari Rp95 ribu menjadi Rp90 ribu.

Namun, untuk Pasar Koja, Rawamangun dan Pasar Minggu, Srie mengatakan belum ada penurunan."Belum ada penurunan karena mereka mengambil karkas dari yang lama," Tambahnya.

Srie mengatakan penurunan harga daging seperti harapan pemerintah menjadi Rp75 ribu per kg seperti yang terjadi tahun lalu akan terjadi pada H-2 lebaran. "Pada H-2 akan terjadi penurunan harga seperti tahun lau sesuai harapan pemerintah," Tegasnya.

Lebih lanjut, Sri berharap agar semua pengusaha feetloter merealisasikan komitmennya menurunka feetloter menjadi Rp33 ribu per kg agar harga di pasar dapat segera turun.

 http://economy.okezone.com/read/2013/07/23/320/841195/berkat-5-perusahaan-harga-daging-turun-rp5-ribu-kg

Masyarakat Lebih Suka Daging Lokal Ketimbang Impor

 
H.RAHMAT BEEF CALL : 021-42875916 (harga bisa berubah sewaktu-waktu)


JAKARTA - Kebutuhan daging sapi segar di Indonesia terus meningkat, khususnya di Jakarta. Meski tersedia daging lokal dan impor, masyarakat ternyata lebih memilih daging lokal.

"Walaupun harga daging lokal dengan daging impor hampir sama sekira Rp85 ribu-Rp90 ribu per kg, masyarakat lebih memilih daging sapi lokal karena kualitasnya tidak gampang susut ketimbang daging sapi impor," ucap salah seorang pedagang daging sapi, Halim, kepada Okezone, di Pasar Senen, Jakarta, Kamis (24/1/2013).

Di musim hujan seperti ini, tambah Halim, harga daging sapi tidak terlalu signifikan naiknya karena pasokan daging cukup aman.

"Kecuali bila hari besar dan harga dari tempat penjagalan sapi naik, harga daging di pasaran pun ikut naik," tambahnya.

Menurut Halim, harga daging sapi akan naik menjelang Tahun Baru China atau dikenal dengan Imlek.

Sebagai informasi, berdasarkan pantauan Okezone, harga daging sapi di Pasar Senen sekira Rp90 ribu per kg. Harga daging sapi di pasar Pulo Gadung Rp95 ribu per kg. Sedangkan di Pasar Klender, harga daging sapi relatif murah sebesar Rp85 ribu kg.

http://economy.okezone.com/read/2013/01/24/320/751248/masyarakat-lebih-suka-daging-lokal-ketimbang-impor

Duh! Harga Daging Sapi RI Termahal di Dunia [video]

Written By Unknown on Jumat, 06 September 2013 | 22.21


H.RAHMAT BEEF CALL : 021-42875916 (harga bisa berubah sewaktu-waktu)


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Harga daging sapi segar di pasar tradisonal di daerah Jakarta dan sekitarnya masih tinggi. Berdasarkan pantauan ROL di Pasar Senen Blok III, Jakarta Pusat,  Ahad (3/1), harga daging sapi lokal berada di kisaran Rp 90 ribu per kilogram (kg).

Eka (24), salah seorang karyawan di kios daging di pasar ini mengatakan kenaikan harga tersebut sudah terjadi sejak perayaan Idul Adha dan Tahun baru lalu. Ia menuturkan, biasanya daging sapi lokal dijual dengan harga Rp 80 ribu per kg. Sementara untuk daging sapi impor  Rp 70 ribu per kg.

"Sekarang di Pasar Senen daging impor sudah tidak ada yang jual, karena harganya sama saja kayak daging lokal," jelas Eka.

Tingginya harga daging tersebut, menurut Eka, juga berimbas pada menurunnya omzet di kios dagingnya hingga 50 persen. Selain itu, Eka yang juga bekerja di sebuah rumah pemotongan hewan (RPH) di Bekasi ini mengatakan bila dulu dalam sehari ia bisa memotong empat hingga lima ekor sapi, sekarang hanya memotong dua ekor sapi saja.

Pedagang daging lainnya, Rohmat bahkan mengatakan ia sempat tidak berjualan selama tiga hari akibat harga daging yang mahal beberapa waktu lalu. "Kita beli dagingnya bisa, jualnya sudah tidak bisa. Sekarang tidak bisa lagi jual Rp 80 ribu perkilo, sudah rugi," terangnya.

Meski harga daging saat ini masih relatif mahal, Rohmat yang mengaku bisa menjual hingga 200 kg daging sapi perhari ini mengatakan omzetnya sudah mulai stabil.

Harga daging yang masih tinggi juga dikeluhkan oleh pembeli. Umi (63 tahun) mengaku harga daging yang berada di harga Rp 90 ribu per kg ini sangat memberatkan rakyat kecil seperti dirinya. Meski demikian, ia tetap membeli daging karena kebutuhan. "Kalau dulu kan Rp 70 ribu, sekarang tambah mahal aja. Turunin harga daging gitu, rakyat kecil repot," ujar pemilik warung makan di daerah Johar Baru ini.

Menurut data Bank Dunia, harga daging sapi di Indonesia merupakan yang tertinggi di dunia. Di negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, harga daging hanya berkisar di harga Rp 45 ribu hingga Rp 50 ribu per kg.

http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/02/03/mhmxwu-duh-harga-daging-sapi-ri-termahal-di-dunia




 





 

Harga daging sapi merangkak naik

H.RAHMAT BEEF CALL : 021-42875916 (harga bisa berubah sewaktu-waktu)


Jakarta (ANTARA News) - Harga daging sapi di Pasar Senen naik dari Rp85.000 menjadi Rp95.000 per kilogram.

"Kenaikannya tidak terlalu banyak, kenaikan Rp10.000 untuk daging masih wajar, ini juga gara-gara mau puasa jadi naik," kata pedagang daging sapi Haji Rahmat di Pasar Senen.

Meski harga daging melonjak, minat pembeli tidak pernah surut. Rahmat mengatakan justru ada peningkatan pembeli menjelang bulan puasa.

"Biasanya saya hanya stok daging sapi dua kwintal, sekarang dilebihin jadi tiga kwintal," kata pedagang yang telah 25 tahun berjualan di Pasar Senen itu.

Salah satu pembeli, Nani Rahmiati (52) mengatakan menyediakan menu daging pada sahur pertama sudah menjadi tradisi di keluarganya.

"Jadi meski harga daging mahal ya mau tidak mau harus dibeli, karena rasanya aneh kalau tidak ada rendang pada sahur pertama," kata Nani.

Selain harga daging untuk rendang dan semur, harga iga juga mengalami kenaikan Rp10.000.

"Iga biasanya dijual Rp55.000 satu kilo sekarang jadi Rp65.000," kata Rahmat.

 http://ramadhan.antaranews.com/berita/384043/harga-daging-sapi-merangkak-naik

Alasan Pedagang Tolak Daging Impor [Video]


Jakarta - Daging impor yang dipasok Perum Bulog sempat ditolak pedagang di Pasar Senen, Jakarta Pusat. Menurut Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, alasan penolakan itu adalah ukuran daging beku yang terlalu besar.

"Di Pasar Senen, kami sudah menyikapi, karena ukuran dagingnya terlalu besar sehingga sulit dipotong," ujar Gita kepada wartawan di Jakarta, Senin, 22 Juli 2013.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Srie Agustina, menjelaskan, daging yang disalurkan oleh Bulog masih berupa daging balok beku. "Mereka kesulitan memotong menjadi satu kilogram," katanya.

Kini Bulog memperkecil daging impor 20 kilogram itu menjadi potongan kecil ukuran satu kilogram, sehingga bisa langsung dijual ke konsumen.

Pekan lalu, pedagang daging sapi di Pasar Senen, Jakarta Pusat, menolak program operasi pasar yang dilakukan Bulog. Saiful, 37 tahun, seorang pedagang, menyebut beberapa alasan penolakan.

"Pertama harganya terlalu murah dan stok terbatas," kata Ipul--begitu dia biasa disapa--kepada Tempo di kiosnya, Jumat, 19 Juli 2013 lalu. Daging yang ditawarkan Bulog dengan kualitas standar dipatok Rp 86 ribu per kilogram.

Padahal, Ipul mengatakan, harga yang ada di Pasar Senen saat ini mencapai Rp 95 ribu per kilogram. Bahkan ada yang menjual Rp 100 ribu per kilogram. Daging jenis has dalam, kualitas bagus, mencapai Rp 150 ribu per kilogram.

Dengan harga yang murah dan stok yang terbatas, Ipul khawatir ketika tidak ada persediaan malah menurunkan harga pasar. "Pemerintah cenderung mau turun sesaat saja, padahal nanti efeknya panjang," katanya.

Pedagang lain, Rohmat, mengatakan kualitas daging yang jelek menyebabkan pedagang ogah menampung. "Lemaknya banyak, tekstur juga jelek karena lama disimpan di es," katanya. Hal ini, menurut dia, bisa membuat dagangan tidak laku.

Kepala Pasar Senen, Benny M, mengatakan pedagang daging memiliki mekanisme sendiri dalam mengelola stok dan harga. "Mereka di bawah asosiasi daging," katanya kepada Tempo. Jadi, wajar bila ada keengganan dari pedagang menerima daging Bulog.

Menurut Benny, para pedagang lebih senang mendapat daging dalam bentuk sapi hidup untuk disembelih sendiri. "Karena pembeli juga rewel soal benar-tidaknya daging yang dijual," ujarnya. Dalam hal ini, dia mengatakan Pasar Senen hanya bisa memfasilitasi pedagang dengan Bulog dan Pemerintah.

http://www.tempo.co/read/news/2013/07/22/090498516/Alasan-Pedagang-Tolak-Daging-Impor

http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/07/18/5/169240/Daging-Sapi-Impor-Ditolak-Masuk-Pasar-Senen

H.RAHMAT BEEF CALL : 021-42875916 (harga bisa berubah sewaktu-waktu)




 
Copyright © 2013. UD.Rahmat Senen - All Rights Reserved
Template Created and Published by Servodaeman